Berita

Menjadi Insan yang Mukhlas

Jumat, 6 Pebruari 2026 13:12 WIB
  • Share this on:

Kemenag Bintan (Humas) – Menjadi insan yang mukhlas menjadi topik dalam kegiatan Ngobrol Perkara Iman (Ngopi), Jumat, 6 Februari 2026 pagi. Kegiatan yang ditujukan untuk membina iman dan taqwa ASN muslim Kemenag Bintan itu digelar di aula Kemenag Bintan, Ceruk Ijuk. 

Maida L. Syam, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pais) mengajak jajarannya untuk mencerna kembali makna mukhlas. 

Mengutip berbagai sumber online, kata mukhlis merupakan bentuk isim fail dari kata akhlasha– yukhlishu–ikhlaashan–mukhlishun, yang artinya orang yang ikhlas. Kata mukhlis diambil dari kata khalasha yang artinya bersih.

Melansir dri buku Allah Senantiasa Menjagamu oleh Nurhasan, mukhlis artinya orang yang berusaha untuk berbuat ikhlas. Sedangkan, mukhlas adalah orang yang dianugerahi sifat ikhlas oleh Allah SWT. Mukhlas merupakan tingkatan tertinggi manusia yang ikhlas.

Orang yang mukhlis selalu menjaga setiap amal perbuatan yang dilakukannya murni untuk mendapatkan ridha Allah. Tidak sedikitpun memiliki harapan untuk mendapatkan pujian atau balasan selain dari Allah SWT. Terdapat firman Allah SWT:

Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam” [QS. al-An’aam: 162].

Setiap umat Muslim yang ingin memiliki sifat mukhlis harus punya modal dasar penting berupa tauhid uluhiyyah yang benar. Fondasi utama sikap ikhlas adalah bertauhid kepada Allah dengan bersih dan murni. Oleh karena itu, seorang Muslim akan sulit menjadi mukhlis apabila belum memiliki dasar-dasar bertauhid yang benar.

Manfaat Memiliki Pribadi yang Mukhlis

Pertama, seseorang tidak akan pernah merasa sombong ketika berhasil. Seorang yang memiliki pribadi mukhlis sadar bahwa keberhasilan yang diperolehnya hanyalah pemberian dari Allah SWT.

Kedua, saat mengalami gagal dalam usahanya, ia tidak akan putus asa. Seorang yang memiliki sifat mukhlis akan menyadari bahwa kegagalan itu adalah kehendak Allah SWT. Kegagalan pasti terdapat hikmah kebaikan bagi dirinya.

Ketiga, tidak lupa diri saat menerima pujian. Seorang yang memiliki pribadi mukhlis merasa bahwa pujian yang diharapkan hanyalah dari Allah SWT.

Keempat, seorang hamba yang mukhlis selalu bersemangat dalam beramal.

Kelima, Grand Syekh Al-Azhar Mesir Ahmed Al Tayeb menyampaikan, ketika seorang Muslim mendapatkan kerugian atau malapetaka dari sesuatu, maka sungguh itu berasal dari Allah, bukan dari manusia. Ini dia jelaskan dalam program Al-Imam Al-Tayeb, sebagaimana dilansir laman Masrawy. 

Editor:
Hatiman
Kontributor:
Hatiman
Penulis:
Hatiman

Gallery

  • Kakan Kemenag Bintan Berikan Motivasi Kepada 13 CPNS Baru
  • Jajaran Kemenag Bintan laksanakan ibadah qurban
  • 23 Peserta Calon PPPK Tahap II Ikuti Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan di Kemenag Bintan
  • Jajaran Kemenag Bintan Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila
  • Kanwil Kemenag Kepri Gelar Peningkatan Kompetensi SDM Masjid di Bintan