Giat Tadarus Al-Qur’an ASN Kemenag Bintan Masuk Juz 8
Kemenag Bintan (Humas) – Giat tadarus Al-Qur’an bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan (Kemenag Bintan) memasuki juz 8. Setiap hari giat tadarus digelar di musala Al Muhajirin Kantor Kemenag Bintan, Rabu, 25 Februari 2026.
Sebagaimana diberitakan, giat tadarus Al-Qur’an bagi ASN Kemenag Bintan dilakukan dengan dua model. Selama Ramadan 1447 H, giat tadarus dilakukan dengan saling simak dan tadarus mandiri. Untuk kegiatan tadarus mandiri, setiap ASN Kemenag Bintan sudah diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikannya selama Ramadan. Untuk model ini setiap ASN akan membaca rata – rata 4 juz.
Selain itu, ada pula kelompok tadarus yang membaca dan saling simak yang dipusatkan di musala Al Muhajirin Kemenag Bintan yang dimulai tepat pukul 08.00 – 09.00 Wib. Untuk kegiatan ini setiap peserta kegiatan membaca sebanyak sekira satu ‘ain (ruku’) dengan disimak oleh rekan yang lain untuk saling mengoreksi.
Nah, untuk kegiatan tadarus saling simak, ASN Kemenag Bintan sudah memasuki Juz 8 surat Al An’am. Dikutip dari berbagai sumber tadarus Al-Qur'an adalah aktivitas membaca, mempelajari, menelaah, dan memahami ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama atau bergantian (satu membaca, yang lain menyimak). Kegiatan yang sering dilakukan di bulan Ramadan ini bertujuan meningkatkan kecintaan pada Al-Qur'an, mempererat ukhuwah, dan mendapatkan pahala serta syafaat di hari kiamat.
Tadarus berasal dari kata darasa (membaca berulang-ulang untuk memahami/menghafal) dan tadarasa (mempelajari bersama). Biasanya tata caranya dilakukan dengan berwudhu sebelum membaca dan berpakaian bersih serta menutup aurat. Dilakukan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan menghadap kiblat. Dimulai dengan taawudz dan basmalah. Membaca bergantian, di mana satu orang membaca sementara yang lain menyimak untuk mengoreksi kesalahan bacaan. Disunnahkan bersiwak atau membersihkan mulut.
Sejumlah manfaat tadarus antara lain, menjadi penolong bagi pembacanya. Membaca rutin menghadirkan kesejukan hati dan menjauhkan dari kecemasan. Dan melalui kegiatan mengkaji dapat merenungkan makna ayat, serta memperkuat tali ukhuwah antarumat muslim.
Hatiman.